6 Tips Parenting Untuk Perkembangan Anak

By | July 3, 2020
Spread the love

Menjadi guru pertama dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak bukanlah perkara yang mudah. Apalagi bagi pasangan muda-mudi yang baru mengarungi dunia rumah tangga dan belum memiliki banyak pengalaman, hal ini tentu sangat menyulitkan. Belum lagi bagi yang masih kesulitan mencari nama bayi laki-laki dalam Islam, tips parenting sebelum memiliki anak sangatlah penting sebagai bekal menghadapi kenyataan.

Ibarat kertas putih tanpa noda, itulah seorang anak yang baru lahir dan belum mengerti apa-apa. Sebagai orang tua, mereka lah yang akan mengisi dan mengarahkan tulisan dan warna apa yang harus diambil agar terlihat indah dan bagus. Orang tua harus memberikan hal-hal positif yang berguna untuk anak di kemudian hari.

6 Tips Parenting yang Perlu Anda Ketahui

Pola asuh juga sangat mempengaruhi kepribadian anak selanjutnya. Anak yang terlalu dimanja akan membuatnya egois dan tidak bisa mandiri. Berikut adalah 6 tips parenting yang berguna untuk perkembangan anak:

  • Memberikan Contoh Yang Baik Kepada Anak

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kepribadian anak akan menirukan apa yang dicontohkan oleh orang tua mereka. Karena anak adalah peniru ulung terbaik dari orang tuanya, maka orang tua harus berhati-hati dalam berperilaku di depan anak. Contohkan hal-hal harian yang bisa dicontoh anak seperti misalnya menggosok gigi setiap hari 2 kali sehari, mengonsumsi sayuran, serta bangun awal di pagi hari. Kegiatan harian ini jika dilakukan terus menerus bisa mendorong anak untuk meniru apa yang dilakukan oleh orang tua mereka.  Setelah kegiatan harian, lalu berikan contoh kebaikan yang bisa membantu orang lain seperti bersedekah, atau membantu kakek menyeberang jalan.

  • Buatlah Peraturan Selama Di Rumah

Agar anak selalu disiplin tidak hanya di sekolah tapi juga di rumah, maka perlu adanya peraturan yang mengikat mereka. Tanpa peraturan, anak akan bersikap semau mereka dan sulit untuk diatur. Peraturan bisa dimulai dengan pembuatan jam menonton TV yang hanya bisa dilakukan setelah anak selesai belajar dan mengerjakan tugas mereka. Peraturan ini tidak harus tertulis seperti halnya di sekolah, namun juga bisa berupa teguran atau ungkapan yang berulang agar anak paham dan mengikuti aturan yang kita buat. Orang tua juga perlu memberikan sanksi yang masuk akal dan bisa dijadikan pelajaran bagi anak-anaknya.

  • Kurangi Penggunaan Kata Jangan Dan Tidak Kepada Anak

Karena masih serba ingin tahu dan penasaran, anak akan lebih banyak mengeksplor sesuatu yang belum ia ketahui. Karena rasa penasarannya yang sangat besar itu tidak jarang anak melakukan sesuatu yang membahayakan atau berdampak negatif. Kurang penggunaan kata jangan atau tidak kepada anak karena mereka justru akan semakin penasaran mengapa orang tua mereka melarang mereka melakukan hal tersebut. Untuk menjawab rasa penasaran mereka, jelaskanlah dengan singkat dan jelas sebab akibat dari sesuatu yang mereka ingin ketahui.

  • Berikan Waktu Sebanyak Mungkin Untuk Anak

Hal inilah yang sering kali dilupakan oleh para orang tua yang bekerja dan sulit menyempatkan waktu untuk anak mereka. Banyak diantara mereka yang akhirnya menjadi anak pengasuh dan lebih nurut dengan pengasuh mereka dibanding dengan orang tua mereka sendiri. Oleh karena itu, sempatkan waktu saat libur akhir pekan untuk bisa dihabiskan bersama dengan anak. Anak yang kurang perhatian dari orang tua sejak kecil akan sangat berpengaruh dengan kepribadiannya nanti seiring dengan bertambahnya umur. Bisa jadi mereka akan menjadi pemurung, atau menjadi urakan karena kurangnya perhatian dari orang tua

  • Kurangi Penggunaan Gadget Atau Smartphone Di Usia Dini

Penggunaan gadget saat ini memang seperti sebuah pisau dengan dua sisi tajam. Di satu sisi, gadget bisa digunakan sebagai sarana belajar yang canggih. Namun di sisi lain, gadget bisa membuat anak kecanduan dengan permainan mobile games yang sangat beragam. Sebenarnya, akan lebih baik jika anak tidak diberikan gadget tersendiri karena mereka akan cenderung tidak memperhatikan lingkungan sekitar dan juga kurang bergerak. Kalaupun perlu, orang tua harus mengawasi dan memberikan durasi yang tidak terlalu panjang untuk anaknya bermain gadget.

  • Berikan Anak Kesempatan Untuk Memilih

Sebagai orang tua, mereka memang menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Banyak dari mereka yang cenderung memutuskan sebuah pilihan tanpa mempertimbangkan keinginan dari anak itu sendiri. Cukuplah bagi orang tua untuk memilih nama bayi laki-laki dalam Islam saja, tapi biarkan anak untuk mengeksplor hal-hal yang menarik perhatiannya. Dengan alih-alih untuk kebaikan anak, tidak sedikit orang tua yang meminta anaknya untuk ikut les ini itu, dan belajar ini dan itu. Tanyakan pendapat anak tentang sebuah les tambahan untuk mengetahui apakah mereka benar-benar tertarik atau tidak dan hindari untuk memaksa agar mereka melakukannya.