Author Archives: Nienie Aurora

6 Tips Parenting Untuk Perkembangan Anak

Menjadi guru pertama dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak bukanlah perkara yang mudah. Apalagi bagi pasangan muda-mudi yang baru mengarungi dunia rumah tangga dan belum memiliki banyak pengalaman, hal ini tentu sangat menyulitkan. Belum lagi bagi yang masih kesulitan mencari nama bayi laki-laki dalam Islam, tips parenting sebelum memiliki anak sangatlah penting sebagai bekal menghadapi kenyataan.

Ibarat kertas putih tanpa noda, itulah seorang anak yang baru lahir dan belum mengerti apa-apa. Sebagai orang tua, mereka lah yang akan mengisi dan mengarahkan tulisan dan warna apa yang harus diambil agar terlihat indah dan bagus. Orang tua harus memberikan hal-hal positif yang berguna untuk anak di kemudian hari.

6 Tips Parenting yang Perlu Anda Ketahui

Pola asuh juga sangat mempengaruhi kepribadian anak selanjutnya. Anak yang terlalu dimanja akan membuatnya egois dan tidak bisa mandiri. Berikut adalah 6 tips parenting yang berguna untuk perkembangan anak:

  • Memberikan Contoh Yang Baik Kepada Anak

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kepribadian anak akan menirukan apa yang dicontohkan oleh orang tua mereka. Karena anak adalah peniru ulung terbaik dari orang tuanya, maka orang tua harus berhati-hati dalam berperilaku di depan anak. Contohkan hal-hal harian yang bisa dicontoh anak seperti misalnya menggosok gigi setiap hari 2 kali sehari, mengonsumsi sayuran, serta bangun awal di pagi hari. Kegiatan harian ini jika dilakukan terus menerus bisa mendorong anak untuk meniru apa yang dilakukan oleh orang tua mereka.  Setelah kegiatan harian, lalu berikan contoh kebaikan yang bisa membantu orang lain seperti bersedekah, atau membantu kakek menyeberang jalan.

  • Buatlah Peraturan Selama Di Rumah

Agar anak selalu disiplin tidak hanya di sekolah tapi juga di rumah, maka perlu adanya peraturan yang mengikat mereka. Tanpa peraturan, anak akan bersikap semau mereka dan sulit untuk diatur. Peraturan bisa dimulai dengan pembuatan jam menonton TV yang hanya bisa dilakukan setelah anak selesai belajar dan mengerjakan tugas mereka. Peraturan ini tidak harus tertulis seperti halnya di sekolah, namun juga bisa berupa teguran atau ungkapan yang berulang agar anak paham dan mengikuti aturan yang kita buat. Orang tua juga perlu memberikan sanksi yang masuk akal dan bisa dijadikan pelajaran bagi anak-anaknya.

  • Kurangi Penggunaan Kata Jangan Dan Tidak Kepada Anak

Karena masih serba ingin tahu dan penasaran, anak akan lebih banyak mengeksplor sesuatu yang belum ia ketahui. Karena rasa penasarannya yang sangat besar itu tidak jarang anak melakukan sesuatu yang membahayakan atau berdampak negatif. Kurang penggunaan kata jangan atau tidak kepada anak karena mereka justru akan semakin penasaran mengapa orang tua mereka melarang mereka melakukan hal tersebut. Untuk menjawab rasa penasaran mereka, jelaskanlah dengan singkat dan jelas sebab akibat dari sesuatu yang mereka ingin ketahui.

  • Berikan Waktu Sebanyak Mungkin Untuk Anak

Hal inilah yang sering kali dilupakan oleh para orang tua yang bekerja dan sulit menyempatkan waktu untuk anak mereka. Banyak diantara mereka yang akhirnya menjadi anak pengasuh dan lebih nurut dengan pengasuh mereka dibanding dengan orang tua mereka sendiri. Oleh karena itu, sempatkan waktu saat libur akhir pekan untuk bisa dihabiskan bersama dengan anak. Anak yang kurang perhatian dari orang tua sejak kecil akan sangat berpengaruh dengan kepribadiannya nanti seiring dengan bertambahnya umur. Bisa jadi mereka akan menjadi pemurung, atau menjadi urakan karena kurangnya perhatian dari orang tua

  • Kurangi Penggunaan Gadget Atau Smartphone Di Usia Dini

Penggunaan gadget saat ini memang seperti sebuah pisau dengan dua sisi tajam. Di satu sisi, gadget bisa digunakan sebagai sarana belajar yang canggih. Namun di sisi lain, gadget bisa membuat anak kecanduan dengan permainan mobile games yang sangat beragam. Sebenarnya, akan lebih baik jika anak tidak diberikan gadget tersendiri karena mereka akan cenderung tidak memperhatikan lingkungan sekitar dan juga kurang bergerak. Kalaupun perlu, orang tua harus mengawasi dan memberikan durasi yang tidak terlalu panjang untuk anaknya bermain gadget.

  • Berikan Anak Kesempatan Untuk Memilih

Sebagai orang tua, mereka memang menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Banyak dari mereka yang cenderung memutuskan sebuah pilihan tanpa mempertimbangkan keinginan dari anak itu sendiri. Cukuplah bagi orang tua untuk memilih nama bayi laki-laki dalam Islam saja, tapi biarkan anak untuk mengeksplor hal-hal yang menarik perhatiannya. Dengan alih-alih untuk kebaikan anak, tidak sedikit orang tua yang meminta anaknya untuk ikut les ini itu, dan belajar ini dan itu. Tanyakan pendapat anak tentang sebuah les tambahan untuk mengetahui apakah mereka benar-benar tertarik atau tidak dan hindari untuk memaksa agar mereka melakukannya.

7 Tips Ampuh Agar Anak Gemar Belajar

Siapa pun pasti setuju jika belajar adalah sebuah hal penting yang harus dilakukan oleh anak. Tidak hanya dalam hal belajar untuk sekolah, belajar bisa dilakukan dalam berbagai macam kegiatan sosial. Sayangnya, tidak sedikit anak dengan nama bayi laki laki Islam yang membenci kegiatan satu ini. Bahkan banyak juga yang menangis dan menolak secara lantang untuk belajar di sekolah. Padahal, jika dibandingkan dengan negara lain, jam belajar anak di sekolah Indonesia lebih pendek dari negara Asia lain seperti Cina, Jepang, dan Korea Selatan. Di negara tersebut, kegiatan belajar di sekolah bisa berlangsung selama 10 jam dalam satu hari, belum ditambah dengan les tambahan lainnya yang bisa sampai tengah malam.

Tips Supaya Anak Suka Membaca

Kegiatan belajar yang membosankan dan menyebalkan sebenarnya bisa disiasati dengan cara pembelajaran baru. Tips berikut sangat berguna bagi orang tua yang menginginkan anaknya gemar belajar setiap hari tanpa membuat mereka terbebani.

  • Berikan Tempat Belajar Yang Nyaman

Bagi sebagian besar anak, mereka akan lebih mudah berkonsentrasi jika melakukan belajar sendiri di tempat yang sepi dan tenang. Pasalnya, saat anak belajar bersama dengan teman seusianya, mereka akan cenderung ngobrol dan tidak bisa serius. Oleh karena itu, orang tua perlu membuatkan meja belajar yang nyaman khusus untuk anaknya belajar tanpa diganggu oleh teman-temannya. Meskipun saat dewasa nanti, belajar bersama akan terasa lebih menyenangkan dan nyaman karena bisa bertukar pikiran, bagi anak-anak masih perlu pengawasan untuk melakukan belajar bersama.

  • Belikan Alat Tulis Lucu Untuk Membangkitkan Semangat

Setuju atau tidak, anak-anak akan lebih bersemangat belajar saat mereka memiliki alat tulis favorit yang disukai mereka. Belikan alat tulis sesuai dengan karakter favorit mereka seperti Frozen, Doraemon, atau Toy Story. Alat tulis tersebut akan digunakan saat mereka mulai belajar dan senang saat menggunakannya. Tanyakan anak karakter favorit mereka terlebih dahulu agar tidak salah beli.

  • Temani Anak Saat Belajar

Orang tua memang diwajibkan untuk serba bisa untuk anak-anaknya. Saat di rumah, orang tua harus menjadi guru privat anak dalam belajar dan mengerjakan tugas. Saat orang tua menemani anak mereka, anak tidak cepat merasa bosan dan mengantuk karena suasana yang tenang dan sepi. Sayangnya, tidak semua orang tua berhasil melakukan hal ini dan lebih memilih guru les tambahan untuk datang ke rumah mereka. Para orang tua baik dengan nama bayi laki laki Islam atau tidak, biasanya mengeluhkan anaknya yang tidak bisa diatur saat belajar bersama mereka. Akhirnya, mereka pun memilih guru les untuk membantu anaknya belajar. Padahal, menemani anak belajar juga bisa menumbuhkan kekompakan antara anak dan orang tua.

  • Praktekan Ke Dalam Kehidupan Nyata

Saat belajar tentang pelajaran sekolah, biasanya anak cepat bosan karena selalu terfokus dalam teori. Orang tua bisa menyelingi kegiatan belajar dengan mempraktikkan apa yang telah dipelajari oleh anak. Berbagai praktek pelajaran bisa dilakukan seperti contohnya menggambar pelangi untuk mengenal warna, membuat kubus untuk mengenal bangun ruang, dan memasak air untuk mengetahui proses perubahan bentuk benda. Orang tua juga tidak perlu bingung karena praktek lainnya bisa dengan mudah dicontoh dari berbagai informasi tentang anak di Youtube.

  • Berikan Pujian dan Hadiah

Pemberian pujian dan hadiah perlu dilakukan oleh orang tua sebagai penambah semangat anak untuk gemar belajar. Orang tua bisa menjanjikan hadiah saat anaknya mendapat peringkat lima besar di kelas atau lolos mengikuti sebuah tes. Tentu saja hadiah tersebut bisa sesuai dengan keinginan anak atau juga bisa digunakan untuk sarana belajar selanjutnya. Sedangkan untuk pujian, orang tua tidak perlu terlalu sering melontarkan pujian kepada anak-anaknya. Pujian memang perlu, tapi jika diberikan terlalu banyak akan membuat anak cepat puas dan kurang berusaha lebih keras lagi. Berikanlah pujian secukupnya yang bisa meningkatkan semangatnya untuk belajar dan mencari tahu lebih banyak lagi.

  • Bermain Juga Perlu Saat Belajar

Saat belajar terutama dengan materi yang cukup sulit, otak anak akan dipacu lebih keras agar lebih banyak memahaminya. Akan tetapi, belajar terus menerus tanpa jeda juga mengakibatkan stress pada anak. Berikanlah jeda waktu 5-10 menit saat anak terlihat kelelahan dan pusing saat belajar. Jangan terlalu banyak memaksa mereka untuk belajar mengingat kapasitas otak anak dalam menyerap pelajaran juga berbeda antara satu dengan lainnya.

  • Jangan Terlalu Fokus Pada Nilai

Bagi sebagian besar orang tua dengan nama bayi laki laki Islam, seorang anak dianggap pintar jika memiliki nilai sempurna di setiap mata pelajaran. Padahal, nilai hanya salah satu tolak ukur dalam penilaian saja. Kunci utama pembelajaran adalah anak paham sebab akibat dari sebuah pembelajaran dan bisa menerapkannya di pelajaran lain.

Pentingnya Storytelling dan Read Aloud Untuk Anak

Di tahapan emas anak-anak, belajar adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan untuk menambah pengetahuan awal mereka. Anak-anak tentunya memiliki rasa keingintahuan yang sangat tinggi. Sebagai orang tua, maka sekiranya sangat penting untuk memberikan informasi yang sesuai dan mudah dimengerti oleh anak-anaknya. Salah satu belajar bersama anak yang bisa diterapkan di rumah adalah dengan storytelling dan read aloud.

Storytelling atau mendongeng adalah salah satu kegiatan rutin yang bisa dilakukan sebelum tidur. Sedangkan read aloud adalah membacakan cerita dengan suara yang jelas dan keras. Kedua istilah ini memang hampir sama karena sama-sama diartikan sebagai membacakan cerita.

Manfaat Story Telling yang Jarang Diketahui

Kegiatan storytelling sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang anak dan juga menambah informasi lewat cerita yang orang tua sampaikan. Maka dari itu, penting bagi orang tua untuk memilih bacaan yang tepat dan bermanfaat sebelum memulai aktivitas ini. Ada beberapa poin penting story telling bagi anak, manfaatnya juga sangatlah beragam dan sangat positif, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Mengajarkan Anak Untuk Fokus

Saat orang tua mulai membacakan cerita atau dongeng, anak-anak diharapkan untuk selalu fokus kepada apa yang kita ceritakan. Fokus dalam hal ini tidak harus selalu dengan duduk diam saja, namun juga bisa dilihat dari cara mereka merespons cerita kita. Hal ini selanjutnya juga bermanfaat saat anak sudah mulai masuk ke usia sekolah. Mereka juga akan lebih fokus untuk mendengarkan pelajaran dari guru mereka. Oleh sebab itu, story telling atau read aloud sangat dianjurkan sebagai langkah awal pra sekolah.

  1. Menambah Pengetahuan Anak Melalui Cerita

Seperti yang kita tahu, buku adalah jendela dunia bagi siapa saja yang membacanya. Bagi orang tua, buku bisa membuat kita tahu pengetahuan yang baru, sedangkan untuk anak, buku bisa membuat mereka mengetahui yang belum pernah mereka tahu sebelumnya. Dalam story telling atau read aloud, buku dongeng dengan cerita lokal biasanya memuat banyak informasi tentang asal usul daerah. Dongeng juga mempunyai nilai moral yang bisa kita sampaikan langsung ke anak. Dengan demikian, tidak hanya informasi tentang suatu dongeng atau asal-usul saja, tapi anak juga bisa mencontoh perbuatan baik yang diceritakan dalam sebuah dongeng.

  1. Melatih Indera Pendengar Anak

Saat membacakan cerita melalui story telling atau read aloud, anak-anak dimaksudkan untuk bisa mendengarkan alur cerita dan adegan-adegan yang dibawakan oleh tokoh. Saat membacakan suatu percakapan antar tokoh, orang tua bisa mengganti nada suara dari satu tokoh dengan tokoh lain. Misalnya, suara berat untuk monster, dan suara melengking untuk peri. Hal ini agar anak bisa membedakan siapakah yang sedang berbicara dan terlibat dalam percakapan tersebut.

  1. Membuat Anak Untuk Berimajinasi

Saat mendengar, otak anak menerima informasi dari bacaan melalui pendengaran mereka, kemudian mengolahnya di dalam otak. Otak mereka pun akan membuat refleksi atau gambaran sesuai dengan apa yang mereka dengarkan. Imajinasi mereka pun beragam dan berbeda antara satu dengan lainnya. Jika dibandingkan dengan menonton serial film di tv, mereka memang sudah diberikan gambaran tentang suatu kejadian secara real atau nyata. Namun saat mendengar cerita, mereka mengolah cerita itu sendiri sesuai dengan apa yang mereka bayangkan. Tidak sulit untuk para orang tua untuk melakukan kegiatan ini bersama anak-anak mereka di rumah.

Yuk Belajar Cara Merawat Bayi Usia 1-3 Bulan!

Memiliki bayi memang suatu kebahagiaan yang tak terkira bagi semua pasangan suami istri. Meskipun merawat bayi di usia ini bukanlah hal mudah, akan tetapi hal tersebut akan sebanding dengan kebahagiaan melihat perkembangan bayi mereka. Bukan hanya memilih nama bayi laki-laki dalam Islam yang sulit, tapi merawat bayi setelah diberi nama juga sangat memerlukan kehati-hatian yang sangat besar.

Tips Merawat Bayi Usia 1-3 Bulan

Tidak jarang, banyak orang tua terutama ibu yang mengalami fase baby blues pada awal pasca melahirkan. Baby blues adalah kondisi ketika hormon esterogen dan progesteron berubah secara drastis sehingga membuat perubahan suasana hati menjadi lebih sensitif, cepat marah, dan mudah menangis. Agar tidak mengalami fase ini di pasca melahirkan, yuk kenali cara merawat bayi usia 1-3 bulan seperti di bawah ini.

Berikut adalah cara merawat bayi dengan usia 3 bulan yang umum dilakukan oleh masyarakat Indonesia pada umumnya. Yuk langsung cek infonya.

  1. Rawatlah Tari Pusar Bayi Dengan Hati-Hati

Awal kelahiran seorang bayi, tali pusar memang dibiarkan menempel selama beberapa saat hingga akhirnya mengering dan terlepas. Merawat tali pusar harusnya hati-hati agar tidak menimbulkan infeksi karena bakteri yang menempel pada bekas luka baru. Oleh karena itu, bersihkan tali pusar setiap hari dan usahakan untuk memberikan kasa agar tidak tersentuh atau tidak sengaja bergeser dari satu sisi ke sisi lainnya. Perlu diketahui, bayi belum bisa dimandikan sebelum tali pusarnya mengering dan terlepas dengan sendirinya. Ini akan membutuhkan waktu 6-10 hari agar bisa terlepas dengan sempurna.

  1. Berikan Kehangatan Dan Udara Segar

2 minggu setelah dilahirkan, bayi masih mencoba beradaptasi dengan udara luar yang dingin serta menggunakan organ pernafasannya untuk pertama kalinya. Udara di dalam perut ibu dengan udara luar sangat berbeda suhunya oleh sebab itu penting untuk para ibu untuk membuat bayinya tetap hangat dan nyaman. Untuk yang sudah terbiasa menggunakan pendingin ruangan atau AC, maka cobalah untuk mengaturnya di suhu ruangan biasa agar bayi tidak menggigil. Atau, lebih baik lagi jika menggunakan jendela untuk mengganti sirkulasi udara di dalam ruangan. Kemudian, karena bayi merah baru lahir menggunakan organ pernafasannya sendiri tanpa bantuan orang tua, buatlah ruangan sejuk dan tidak menggunakan parfum atau pengharum ruangan yang menyengat.

  1. Kenali Suara Saat Si Kecil Menangis

Kebanyakan orang tua menganggap setiap kali bayi menangis karena mereka ingin menyusui saja. Padahal, bayi di usia 1-3 bulan memiliki berbagai arti tangisan yang tidak diartikan seluruhnya sebagai tanda ia lapar. Saat bayi menangis, cobalah menggendong dan berikan tepukan kecil di kakinya. Ada kalanya bayi menangis karena ia hanya ingin digendong atau diayun dalam pelukan. Atau bisa saja tangisan tersebut menandakan ia kesakitan karena digigit nyamuk atau semut. Segera cek baju dan selimutnya saat bayi menangis tak kunjung henti dan tidak mau menyusui.

  1. Perhatikan Berat Badan Setiap Bulannya

Tiga bulan setelah lahir, bayi biasanya akan bertambah berat badannya dari 2 sampai 2.5 kilogram. Pertambahan berat badan bayi pada masa ini memang harus pesat hingga 1 kali lipat dari berat badan awal saat pertama dilahirkan. Pemberian ASI eksklusif memang sangat berpengaruh untuk pertambahan berat badan bayi. Oleh karena itu, bagi para ibu yang bekerja dan meninggalkan anaknya dengan perawatnya, penting untuk menyimpan cadangan asi agar bayi bisa tetap mengonsumsinya setiap saat. Meskipun susu formula pengganti ASI bisa dijadikan pilihan, namun ASI eksklusif memiliki kandungan yang lebih baik dari susu formula.

  1. Awasi Barang-Barang di Sekitar Bayi Anda

Memasuki bulan ke-3 seorang bayi akan mulai mengenal barang-barang di sekitarnya dan mulai memainkannya. Barang-barang tersebut sering kali masuk ke dalam mulut bayi seolah-olah makanan bagi mereka. Oleh karena itu, orang tua perlu memberikan mainan yang tepat dan aman sesuai dengan usia mereka. Jauhkan benda-benda dengan sisi tajam agar tidak menggores kulit mereka saat bermain. Pilihlah benda-benda dari karet yang ringan sebagai mainan untuk bayi kesayangan Anda.

Kenali Tahapan Perkembangan Anak Untuk Calon Orang Tua

Menjadi orang tua adalah salah satu tahap baru yang sering kali membuat para calon orang tua merasa khawatir atau bahkan takut. Tidak hanya pusing mencari info tentang mengurus anak yang bercampur dengan masalah pekerjaan, banyak pengetahuan mengenai tahapan perkembangan anak yang harus dipelajari sebelum menjadi orang tua yang sesungguhnya. Dalam perkembangannya, setiap anak memang memiliki tahapan yang berbeda. Akan tetapi, secara umum, mereka memiliki urutan yang hampir sama pada setiap bulan seiring bertambahnya usia anak.

Kenali 4 Hal Penting Ini

Ada banyak sumber informasi yang kini tersedia agar para orang tua bisa belajar memahami perkembangan anak. Dari mulai berbagai buku parenting yang banyak tersedia di toko buku, informasi dari website atau blog, hingga penjelasan dari para ahli di media televisi atau YouTube. Ada banyak sumber yang bisa dijadikan panutan dalam mempelajari perkembangan anak. Apalagi sekarang, informasi dan pengetahuan sudah sangat mudah diakses tidak seperti dulu.

Bahkan, untuk yang lebih jelas dan nyata, calon orang tua bisa berkonsultasi dengan sesama orang tua yang sudah pernah memiliki anak sebelumnya. Informasi ini lebih nyata dan bisa didapatkan langsung dan gratis. Mengapa orang tua harus mengerti perkembangan anak? Berikut akan dijelaskan ulasannya, mari kita kenali 4 hal penting alasannya:

  1. Sebagai Persiapan Teori Sebelum Menjalankan Praktek

Tidak hanya dalam membuat sebuah penelitian saja, teori juga dibutuhkan sebelum menjalankan praktek nyata sebagai orang tua. Teori ini berguna agar calon orang tua mengerti apa-apa saja yang dibutuhkan saat anak berada di usia sekian. Kemudian, mereka juga bisa tahu apa yang harus dilakukan saat anaknya menangis tak kunjung henti. Persiapan ini bisa dijadikan sebagai senjata saat mereka mengalami hal demikian. Meskipun terkadang teori tidak selalu sama dengan praktek, setidaknya calon orang tua mengetahui dasarnya terlebih dahulu daripada tidak mengerti sama sekali.

  1. Agar Tidak Salah Merawat Anak Sesuai Dengan Usia Mereka

Usia batita adalah usia dimana orang tua harus sangat hati-hati dalam memberikan perawatan kepada anak-anaknya. Mereka harus tahu apa yang harus mereka berikan saat usia bayi memasuki usia 6 bulan, 12 bulan, hingga 3 tahun. Saat bayi berusia 6 bulan, ini adalah masa-masa mereka mulai membutuhkan mpasi atau makanan pendamping air susu ibu. Orang tua sangat tidak dianjurkan untuk memberikan makanan sebelum usia 6 bulan dikarenakan sistem pencernaan yang belum sempurna. Inilah alasan mengapa orang tua harus mengenal tahapan perkembangan anak.

  1. Memperbaiki Kekurangan Orang Tua Dalam Membesarkan Anak

Dalam perkembangannya, ada saat-saat ketika anak tidak bisa menunjukkan perkembangan yang pesat dan signifikan. Meskipun faktor internal seperti gen atau faktor bawaan yang memang tidak bisa diubah, faktor eksternal seperti cara perawatan orang tua juga berpengaruh dalam perkembangan anak. Saat orang tua terlalu khawatir anaknya sakit, kadang mereka terlalu over-protektif dengan tidak membiarkan anaknya bermain dengan teman seusianya. Alhasil, aktivitas anak pun terbatas hanya berada di dalam rumah dan tidak terlalu banyak melakukan aktivitas fisik. Kurangnya aktivitas fisik membuat anak cepat lelah, dan daya tahan yang kurang bagus, Oleh sebab itu, maka penting bagi orang tua untuk memperbaiki cara asuh mereka. Saat anak jatuh sakit karena orang tua membatasi mereka, maka mereka perlu mengubahnya agar sesuai dengan tahapan perkembangan anak baik secara fisik maupun mental.

5 Film Keluarga Untuk Mengisi Liburan Akhir Tahunmu

Liburan akhir tahun segera tiba dalam 20 hari ke depan. Meskipun pemerintah telah menghapuskan libur panjang akhir tahun karena pandemi covid-19 yang tak kunjung usai, masih ada 4 hari libur yang bisa kamu isi dengan menonton film keluarga. Bagi yang belum berkeluarga dan masih mencari nama bayi laki-laki dalam Islam, bisa juga melihat rekomendasi film di bawah ini sebelum menontonnya bersama keluarga yang sesungguhnya.

Rekomendasi Film Keluarga Terbaik

Menonton film memang sebuah kegiatan yang sangat menyenangkan untuk mengisi liburan. Meskipun bioskop ditutup oleh pemerintah semenjak Maret lalu, menonton film di rumah juga tidak kalah menyenangkan. Cukup siapkan film berikut dan camilan agar menonton film serasa di bioskop.

  1. Home Alone

Film buatan Amerika yang memiliki 3 serial ini adalah salah satu film keluarga yang selalu ditayangkan di televisi lokal setiap kali libur panjang dimulai. Film ini bercerita tentang seorang anak bernama Kevin yang ditinggalkan dan terpisah dengan keluarganya menjelang perayaan Natal. Selama 3 kali berturut-turut pula ia harus menjalankan hari-hari seorang diri dan melawan para penjahat yang akan merampok rumah dan toko saat ditinggalkan oleh keluarga. Karen otaknya yang cerdas, Kevin pun selalu berhasil mengalahkan penjahat tersebut dengan ide-ide cemerlangnya. Di akhir cerita, Ia pun akhirnya mendapat penghargaan karena keberhasilannya menangkap para penjahat.

  1. Toy Story

Siapa yang tidak suka dengan alur cerita yang menceritakan tentang perjuangan mainan anak-anak yang satu ini? Saat ini, film yang juga memiliki 3 series ini cocok untuk ditonton bersama keluarga saat liburan. Menceritakan tentang mainan milik Andy yang bisa berbicara dan berpetualang di jalanan, sekolah, hingga taman bermain. Film ini juga memiliki nilai moral yang sangat baik yaitu kerja sama tim serta perasaan setia terhadap teman atau sahabatnya. Buktinya, meskipun mainan yang jumlahnya banyak tersebut terpisah antara satu dengan lainnya, pada akhirnya mereka kembali bersama-sama dalam satu ruangan.

  1. Petualangan Sherina

Salah satu film keluarga yang diproduksi tahun 2000 ini tetap menjadi film favorit keluarga saat liburan tiba. Dimainkan oleh Sherina Munaf dan Derby Romero saat masih kecil, film ini menceritakan tentang petualangan Sherina saat pindah ke daerah perkebunan teh. Derby Romereo, berakting sebagai musuh yang berubah menjadi teman saat menghadapi para penculik bersama Sherina. Tidak hanya menyuguhkan alur yang baik, film ini juga diselingi dengan lagu anak-anak yang dinyanyikan oleh kedua actor cilik yang kini sudah dewasa itu.

  1. Doraemon the Movie

Serial Doraemon the Movie memiliki macam-macam alur cerita dan cocok untuk menontonnya seharian. Karena saking banyaknya, serial Doraemon the Movie bisa mengisi waktu liburan akhir tahunmu selama 4 hari penuh. Sepeti biasa, film ini banyak menceritakan kehebatan alat ajaib Doraemon dan kecerobohan Nobita saat menggunakannya. Meskipun sering membuat kesal, nyatanya film ini memberikan ilustrasi tentang persahabatan yang sangat manis antara Nobita dan teman-temannya.

  1. Transformers

Bagi penikmat film animasi fiksi, Transformer adalah jawabannya. Film yang bercerita tentang sederetan mobil keren yang bisa berubah menjadi robot ini berusaha untuk menyelamatkan bumi dari gangguan alien dari planet lain. Para calon orang tua yang masih bingung dengan nama bayi laki-laki dalam Islam bisa menonton film ini sebagai selingan saat lelah browsing mencari nama yang tepat di internet.