Yuk Belajar Cara Merawat Bayi Usia 1-3 Bulan!

By | February 3, 2020
Spread the love

Memiliki bayi memang suatu kebahagiaan yang tak terkira bagi semua pasangan suami istri. Meskipun merawat bayi di usia ini bukanlah hal mudah, akan tetapi hal tersebut akan sebanding dengan kebahagiaan melihat perkembangan bayi mereka. Bukan hanya memilih nama bayi laki-laki dalam Islam yang sulit, tapi merawat bayi setelah diberi nama juga sangat memerlukan kehati-hatian yang sangat besar.

Tips Merawat Bayi Usia 1-3 Bulan

Tidak jarang, banyak orang tua terutama ibu yang mengalami fase baby blues pada awal pasca melahirkan. Baby blues adalah kondisi ketika hormon esterogen dan progesteron berubah secara drastis sehingga membuat perubahan suasana hati menjadi lebih sensitif, cepat marah, dan mudah menangis. Agar tidak mengalami fase ini di pasca melahirkan, yuk kenali cara merawat bayi usia 1-3 bulan seperti di bawah ini.

Berikut adalah cara merawat bayi dengan usia 3 bulan yang umum dilakukan oleh masyarakat Indonesia pada umumnya. Yuk langsung cek infonya.

  1. Rawatlah Tari Pusar Bayi Dengan Hati-Hati

Awal kelahiran seorang bayi, tali pusar memang dibiarkan menempel selama beberapa saat hingga akhirnya mengering dan terlepas. Merawat tali pusar harusnya hati-hati agar tidak menimbulkan infeksi karena bakteri yang menempel pada bekas luka baru. Oleh karena itu, bersihkan tali pusar setiap hari dan usahakan untuk memberikan kasa agar tidak tersentuh atau tidak sengaja bergeser dari satu sisi ke sisi lainnya. Perlu diketahui, bayi belum bisa dimandikan sebelum tali pusarnya mengering dan terlepas dengan sendirinya. Ini akan membutuhkan waktu 6-10 hari agar bisa terlepas dengan sempurna.

  1. Berikan Kehangatan Dan Udara Segar

2 minggu setelah dilahirkan, bayi masih mencoba beradaptasi dengan udara luar yang dingin serta menggunakan organ pernafasannya untuk pertama kalinya. Udara di dalam perut ibu dengan udara luar sangat berbeda suhunya oleh sebab itu penting untuk para ibu untuk membuat bayinya tetap hangat dan nyaman. Untuk yang sudah terbiasa menggunakan pendingin ruangan atau AC, maka cobalah untuk mengaturnya di suhu ruangan biasa agar bayi tidak menggigil. Atau, lebih baik lagi jika menggunakan jendela untuk mengganti sirkulasi udara di dalam ruangan. Kemudian, karena bayi merah baru lahir menggunakan organ pernafasannya sendiri tanpa bantuan orang tua, buatlah ruangan sejuk dan tidak menggunakan parfum atau pengharum ruangan yang menyengat.

  1. Kenali Suara Saat Si Kecil Menangis

Kebanyakan orang tua menganggap setiap kali bayi menangis karena mereka ingin menyusui saja. Padahal, bayi di usia 1-3 bulan memiliki berbagai arti tangisan yang tidak diartikan seluruhnya sebagai tanda ia lapar. Saat bayi menangis, cobalah menggendong dan berikan tepukan kecil di kakinya. Ada kalanya bayi menangis karena ia hanya ingin digendong atau diayun dalam pelukan. Atau bisa saja tangisan tersebut menandakan ia kesakitan karena digigit nyamuk atau semut. Segera cek baju dan selimutnya saat bayi menangis tak kunjung henti dan tidak mau menyusui.

  1. Perhatikan Berat Badan Setiap Bulannya

Tiga bulan setelah lahir, bayi biasanya akan bertambah berat badannya dari 2 sampai 2.5 kilogram. Pertambahan berat badan bayi pada masa ini memang harus pesat hingga 1 kali lipat dari berat badan awal saat pertama dilahirkan. Pemberian ASI eksklusif memang sangat berpengaruh untuk pertambahan berat badan bayi. Oleh karena itu, bagi para ibu yang bekerja dan meninggalkan anaknya dengan perawatnya, penting untuk menyimpan cadangan asi agar bayi bisa tetap mengonsumsinya setiap saat. Meskipun susu formula pengganti ASI bisa dijadikan pilihan, namun ASI eksklusif memiliki kandungan yang lebih baik dari susu formula.

  1. Awasi Barang-Barang di Sekitar Bayi Anda

Memasuki bulan ke-3 seorang bayi akan mulai mengenal barang-barang di sekitarnya dan mulai memainkannya. Barang-barang tersebut sering kali masuk ke dalam mulut bayi seolah-olah makanan bagi mereka. Oleh karena itu, orang tua perlu memberikan mainan yang tepat dan aman sesuai dengan usia mereka. Jauhkan benda-benda dengan sisi tajam agar tidak menggores kulit mereka saat bermain. Pilihlah benda-benda dari karet yang ringan sebagai mainan untuk bayi kesayangan Anda.